Tampilkan postingan dengan label Edible Oil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edible Oil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Agustus 2010

Pembuatan Margarin


Margarin yang sering dipergunakan dalam pembutan kue dan masakan, ternyata bisa dibuat dalam skala kecil dengan mudah, contohnya dalam skala laboratorium. Dan caranya adalah sebagai berikut :



*bahan-bahan :
minyak 80% (palm oil + stearin)
air mineral 20 %
garam
asam sitrat
lecitin
demodan
BHA
trinatrium sitrat
pewaran B-karoten dan anato
perasa/flavor butter pineapple

*cara pembutan :
1. timbang minyak dalam erlenmayer besar (*)
2. timbang air dalam erlemeyer kecil (**)
3. timbang garam dan asam sitrat dalam kaca arlogi, lalu dicampuran dalam (**)
4. timbang lecitin dalam (*)
5. timbang BHA, trinatrium sitrat, dan demodan dalam kaca arlogi, lalu dicampurkan dalam (*)
6. minyak beserta campuran yang lain dipanaskan diatas hotplate sambil diaduk, hingga stearin mencair
7. air beserta campuran yang lain juga dipanaskan diatas hotplate sambil diaduk dengan stirer hingga garam dan asam sitrat larut
8. timbang pewarna dan flavor dalam kaca arlogi, lalu dicampurkan kedalam minyak yang telah dipanaskan.
9. air yang telah dipanaskan dicampurkan kedalam minyak sambil diaduk menggunakan srapper
10. sediakan es batu dalam wadah plastik besar kemudian erlemeyer yang berisi minyak dimasukan kedalam wadah tersebut lalu diaduk hingga berbentuk pasta
11. jika sudah berbentuk pasta, tuang dalam wadah plastik
12. margarin siap digunakan.


Sabtu, 28 Agustus 2010

Efektivitas Ampas BE Dalam Produksi Minyak Goreng

Penggunaan BE (Bleaching Earth) dalam proses produksi minyak goreng berfungsi untuk proses pemucatan warna. Dan ternyata BE tersebut masih dapat digunakan kembali pada proses berikutnya. Untuk mengatahu besarnyaa efektivitas BE tersebut dapat di uji dalam laboratorium. Dan berikut cara kerjanya :

Analisis Efektivitas Ampas BE :
Bahan - Bahan Yang Digunakan :
  • Ampas BE
  • Minyak CPO (Crude Palm Oil)



  • CNO (Crude Coconat Oil)

  • Asam Sitrat 10 %
  • Asam Phospat
  • Karbin Aktif (hanya pada proses CNO)
Alat - Alat Yang Digunakan :
  • Labu Destilasi Leher Tiga Alas Datar
  • Timbangan
  • Hot Plat
  • Thermometer
  • Pompa Vacum
  • Stopwatch
  • Kertas Saring
  • Corong Gelas Panjang Dengan 2 Kran
  • Penyaring Buchner
  • Lovibone
Cara Kerja :
  • cek colour CPO/CNO dengan lovibone, catat hasilnya
  • Timbang minyak CPO/CNO dalam labu destilasi leher tiga alas datar sebanyak 3oo g
  • Pasang perlengkapan dengan sedemikian rupa (dihubungkan dengan pompa vacum 50 mBar dan thermometer)
  • Panaskan di hotplat sampai suhu 85 derajat celcius, kecepatan 700 rpm
  • Jika suhunya sudah mencapai 85 derajat celcius, ditambah 2 tetes asam sitrat dan 10 tetes asam phospat
  • Ditambah kan suhu hotplate hingga 85-90 derajat celcius selama 40 menit
  • Ditambah ampas BE sebanyak 2 % (CPO) dan 3 % (CNO), untuk CNO ditambah pula asam sitrat sebanyak 0,3 %
  • Suhuh diatur hingga suhu 105- 110 derajat celcius selama 60 menit
  • Hasil proses disaring
  • Cek coulour dengan lovibone
  • Bandingkan dengan hasil cek colour sebelum proses
Perhitungan perbandingan :

Bleaching Power (%) = (Co - Ct) / Co x 100%

ket : Co : Colour red
Ct : Colour red bleaching oil